PENJELASAN TENTANG DEFINISI SHOHIH LIDZATIHI
شرح تعريف الصحيح لذاته
Bismillahirrohmanirrohim.
Ikhwah Rahimakumulloh, telah lewat bahwasanya shohih lidzatihi adalah :
ما رواه عدل تام الضبط بسند منغصل، و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, sempurna kuat hafalannya, dengan sanad bersambung, selamat dari keganjilan dan cacat yang tercela.
فالعدالة : استقامة الدين و المروءة.
Yang dimaksudkan dengan adil adalah : istiqomah di dalam menjalankan syari'at agama Islam dan senantiasa menjaga muru'ah dirinya.
فاستقامة الدين : أداء الواجبات و اجتناب ما يوجب الفسق من المحرمات
Istiqomah menjalankan agama adalah : menunaikan kewajiban kewajiban yang disyari'atkan, menjauhi segala yang diwajibkan untuk dijauhi dari perkara kefasikan dan keharoman.
و استقامة المروءة : أن يفعل ما يحمد الناس عليه من الآداب و الأخلاق، و يترك ما يذمه الناس عليه
Istiqomah dalam muru'ah : senantiasa dia mengerjakan perkara yang manusia memuji perbuatan tersebut dari perkara adab dan akhlaq, serta meninggalkan perkara yang manusia mencelanya.
Dari hal ini, kita akan mengetahui keadilan seorang perowi, dengan telah tersebarnya dan masyhur berita tentang keadilan perowi tersebut, seperti para Imam Besar yang diantaranya : Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhorii, dan yang selain mereka Rahimahumulloh Jami'an.
و تمام الضبط : أن يؤدي ما تحمّله من مسموع، أو مرئي على الوجه الذي تحمله من غير زيادة و لا نقص، و لكن لا يضر خطأ يسير لأن لا يسلم أحد.
Kuat hafalannya : yang dimaksud adalah dia bisa menyampaikan hadits yang ada padanya, yang dia dapatkan dari pendengaran, atau apa yang dia saksikan dalam bentuk sebagaimana dia dapatkan tanpa adanya penambahan dan pengurangan.
Akan tetapi, tidaklah menjadi masalah apabila terdapat kesalahan kecil yang ringan, karena manusia tidaklah bisa terlepas dari kesalahan tersebut.
Diketahui kuatnya hafalan seorang perowi dari keselarasannya dengan perowi lain yang tsiqoh terpercaya, kuat hafalannya, walaupun mencocoki hanya garis besar secara umumnya saja.
Yang kedua adalah dengan nash tazkiyah terhadap dirinya dari Imam Imam yang bisa dijadikan tolak ukur ucapannya dalam perkara ini.
Bersambung insyaalloh.. tentang bersambungnya sanad.