Minggu, 07 November 2021

تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah

Tidak ada komentar:
 Bismillahirrohmanirrohim.
د - و تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف.
Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah
:
أولًا : الظن و هو : رجحان صحة نسبتها إلى من نقلت عنه، و يختلف ذلك بحسب مراتبها السابقة. 
Yang pertama kalinya adalah : Dzon : dia adalah persangkaan kuat tentang shohihnya sebuah hadits dengan menisbahkan hadits tersebut kepada orang yang menukilkannya. Dan berbeda beda hal tersebut sesuai dengan tingkatan tingkatan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.
و ربما تفيد العلم اذا احتفت بها القرائن، و شهدت بها الأصول.
Terkadang sebuah hadits ahad memberikan faedah ilmu jika terdapat padanya beberapa qorinah, dan diperkuat pula oleh ushul kaedah pokok ilmu syar'i.
ثانيًا : العمل بما دلت عليه بتصديقه إن كان خبرًا، و تطبيقه إن كان طلبًا.
Yang kedua adalah : beramal dengan apa yang telah ditunjukkan dengan mempercayainya apabila hadits tersebut merupakan sebuah khobar, dan menjalankannya apabila hadits tersebut merupakan sebuah tuntutan.
و أما الضعيف فلا يفيد الظن ولا العمل، و لا يجوز اعتباره دليلًا، ولا ذكره غير مقرون ببيان ضعفه إلا في الترغيب و الترهيب. فقد سهّل في ذكره جماعة بثلاثة شروط :
Adapun hadits dho'if, tidaklah bisa memberikan faedah dzon, dan pula amal, dan tidak boleh menjadikannya sebagai dalil.
Tidaklah disebutkan sebuah hadits dho'if kecuali disebutkan pula keterangan tentang kedho'ifannya, kecuali pada perkara motifasi dan menakut nakuti (targhib dan tarhib).
Sebagian Ulama, mereka memberikan kemudahan untuk menyebutkan hadits dho'if dengan tiga syarat :
أن لا يكون الضعف شديد
Tidaklah kedho'ifannya tersebut sangat.
٢ - أن يكون أصل العمل الذي ذكر فيه الترغيب و الترهيب ثابتًا.
Haruslah pokok amal yang telah disebutkan tersebut yakni perkara targhib dan tarhib telah tsabit.
٣ - أن لا يعتقد أن النبي صلى الله عليه و سلم قاله .
Tidak berkeyakinan bahwasanya Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam telah mensabdakannya.
Bersambung insyaalloh..
Wallohu'alam.
🌍 Baarakalloh fiikum.
📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 12.



Minggu, 31 Oktober 2021

PENJELASAN TENTANG DEFINISI SHOHIH LIDZATIHI

Tidak ada komentar:

 PENJELASAN TENTANG DEFINISI SHOHIH LIDZATIHI



شرح تعريف الصحيح لذاته


Bismillahirrohmanirrohim.


Ikhwah Rahimakumulloh, telah lewat bahwasanya shohih lidzatihi adalah :

ما رواه عدل تام الضبط بسند منغصل، و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, sempurna kuat hafalannya, dengan sanad bersambung, selamat dari keganjilan dan cacat yang tercela.

فالعدالة : استقامة الدين و المروءة.

Yang dimaksudkan dengan adil adalah : istiqomah di dalam menjalankan syari'at agama Islam dan senantiasa menjaga muru'ah dirinya.

فاستقامة الدين : أداء الواجبات و اجتناب ما يوجب الفسق من المحرمات

Istiqomah menjalankan agama adalah : menunaikan kewajiban kewajiban yang disyari'atkan, menjauhi segala yang diwajibkan untuk dijauhi dari perkara kefasikan dan keharoman.


و استقامة المروءة : أن يفعل ما يحمد الناس عليه من الآداب و الأخلاق، و يترك ما يذمه الناس عليه

Istiqomah dalam muru'ah : senantiasa dia mengerjakan perkara yang manusia memuji perbuatan tersebut dari perkara adab dan akhlaq, serta meninggalkan perkara yang manusia mencelanya.


Dari hal ini, kita akan mengetahui keadilan seorang perowi, dengan telah tersebarnya dan masyhur berita tentang keadilan perowi tersebut, seperti para Imam Besar yang diantaranya : Imam  Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhorii, dan yang selain mereka Rahimahumulloh Jami'an.

و تمام الضبط : أن يؤدي ما تحمّله من مسموع، أو مرئي على الوجه الذي تحمله من غير زيادة و لا نقص، و لكن لا يضر خطأ يسير لأن لا يسلم أحد.

Kuat hafalannya : yang dimaksud adalah dia bisa menyampaikan hadits yang ada padanya, yang dia dapatkan dari pendengaran, atau apa yang dia saksikan dalam bentuk sebagaimana dia dapatkan tanpa adanya penambahan dan pengurangan.


Akan tetapi, tidaklah menjadi masalah apabila terdapat kesalahan kecil yang ringan, karena manusia tidaklah bisa terlepas dari kesalahan tersebut.


Diketahui kuatnya hafalan seorang perowi dari keselarasannya dengan perowi lain yang tsiqoh terpercaya, kuat hafalannya, walaupun mencocoki hanya garis besar secara umumnya saja.

Yang kedua adalah dengan nash tazkiyah terhadap dirinya dari Imam Imam yang bisa dijadikan tolak ukur ucapannya dalam perkara ini.


Bersambung insyaalloh.. tentang bersambungnya sanad.

Sabtu, 30 Oktober 2021

الآحد Hadits Ahad

Tidak ada komentar:



 Bismillahirrohmanirrohim.


Setelah membahas ringkas hadits mutawatir, kini menginjak membahas hadits ahad.


🍁الثاني. : الآحاد :

Yang kedua adalah : Hadits Ahad.

أ - تعريفها.

ب - اقسامهاباعنبار الطرق مع التمثيل.

ج - اقسامها باعتبار الرتبة مع التمثيل.

ه - ما تفيده.


🌿أ - الآحاد : ما سوى المتواتر.

Al-Ahad adalah apa yang selain dari almutawatir.


🌿ب - تنقسم باعتبار الطرق إلى ثلاثة أقسام : مشهور و عزيز و غريب.

Dibagilah hadits ahad dengan melihat sisi jalan jalan yang dilalui menjadi tiga macam pembagian : masyhur, 'aziz, dan ghorib.


🍀١ - فالمشهور : ما رواه ثلاثة فاكثر، و لم يبلغ حد التواتر.

Maka almasyhur adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh tiga perowi atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


((المسلم مَنْ سَلِمَ المُسلِمُون مِنْ لِسَانِهِ و يَدِهِ.))

Seorang muslim adalah yang selamat kaum muslimin dari gangguan lisan dan tangannya. HR Bukhori, no 10,11 dalam Kitabul Iman, dan Muslim, no 42 dalam Kitabul Iman.


☘٢ - و العزيز : ما رواه اثنان فقط.

Dan al-'aziz adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perowi saja.


Contohnya adalah seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((لا يُؤمِنُ اَحَدُكُم حَتَّى أَكُونَ أَحَبُّ إِلَيهِ مِنْ وَلَدِهِ و وَالِدِهِ و النَاسِ أَجمَعِينَ.))

Tidak beriman (dengan kesempurnaan iman) salah seorang kalian hingga dijadikan diriku sebagai orang yang paling dia cintai daripada kecintaan kepada anaknya, kecintaan kepada orang tuanya dan kecintaan kepada manusia seluruhnya. HR Bukhori no 15 dalam Kitabul Iman, dan Muslim no 44 dalam Kitabul Iman.


☘٣ - و الغريب : ما رواه واحد فقط.

Dan alghorib adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perowi saja.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((اِنَّمَا الأعمَالُ بِالنِّيَاتِ و اِنَّمَا لِكُلِّ امرِئٍ مَا نَوَى...))

Segala amal tergantung niyatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan niyatnya.. HR Bukhori no 1 dalam Kitab Bada'il Wahyi, dan Muslim no 1907 dalam Kitab Al-Imaroh.


Karena hadits Umar Ibn Alkhothob tentang niyat tersebut tidak diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam kecuali melalui Shohabat Umar Radhiallohu 'Anhu, dan tidaklah diriwayatkan dari Umar Radhiallohu 'Anhu kecuali melalui Alqomah Ibn Waqosh, dan tidaklah melalui Alqomah kecuali melalui Muhammad Ibn Ibrohim At-Taymii, dan tidaklah melalui Muhammad kecuali melalui Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii, seluruh mereka adalah para Tabi'in Rahimahumulloh kemudian setelah itu baru diriwayatkan hadits tersebut dari Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii dengan redaksi yang berbilang.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 9 - 10



Minggu, 12 September 2021

الضعيف mustolahul hadits

Tidak ada komentar:

 Bismillahirrohmanirrohim.

 و الضعيف : ما خلا عن شروط الصحيح و الحسن 

Yang kelima adalah d


ho'if : adalah sebuah hadits yang terlepas kosong padanya syarat syarat sebuah hadits shohih ataupun hasan.


مثاله : حديث : ((احتَرِسُوا مِنَ النَاسِ بِسُوء الظَنِّ.))

Seperti contoh sebuah hadits : "Berhati hatilah kalian dari gangguan manusia dengan berburuk sangka."


💡و من مظان الضعيف : ما انفرد به العقيلي، أو ابن عدي، أو الخطيب البغدادي، أو ابن عساكر في ((تاريخه))، أو الديلمي في (مسند الفردوس)، أو الترمذي الحكيم في (نوادر الأصول) -و هو غير صاحب السنن- أو الحكيم و ابن الجارود في (تاريخهما).

Dan yang diprasangkai sebagai hadits dho'if : adalah hadits yang diriwayatkan secara berkesendirian oleh Al-Uqailii ataupun oleh Ibnu 'Adii, ataupun oleh Al-Khothib Al-Baghdadii, ataupun oleh 'Asaakir di dalam Tarikhnya, ataupun oleh Ad-Daylamii di dalam kitab Musnad Al-Firdaus, ataupun oleh At-Tirmidzii Al-Hakim di dalam kitab Nawadirul Ushul, kemudian Ikhwah Rahimakumulloh Jami'an, yang dimaksud dengan At-Tirmidzii Al-Hakim di sini bukanlah penulis As-Sunan, atau pula bukanlah Al-Hakim di sini yang dimaksud adalah Al-Hakim dan Ibnu Jarud pada kitab Tarikh milik keduanya.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


الحسن لغيره mustolahul hadits hasan lighoirih

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٤ و الحسن لغيره : الضعيف إذا تعددت طرقه على وجه يخبر بعضها بعضًا،بحيث لا يكون فيها كذاب، ولا متهم بالكذب.

Yang keempat Ikhwah Rahimakumulloh Jami'an, adalah hasan lighoirihi (hasan karena bantuan hadits yang lain), yakni : sebuah hadits dho'if apabila berbilang jalan jalan periwayatan atas sisi mereka saling mengkhabarkan kepada yang lain, di mana tidaklah ada pada mereka seorang pendusta atau diprasangkakan kepadanya bahwa dia seorang pendusta.


مثاله :حديث عمر بن الخطاب رضي تعالى الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه و سلم : اذا مد يديه في الدعاء لم يردهما حتى يمسح بهما وجهه. و أخرجه الترمذي، قال في ((بلوغ المرام)): و له شواهد عند أبي داود و غيره، مجموعها يقضي بأنه حديث حسن.

Sebagai contoh adalah hadits Umar Ibn Alkhothob Radhiallohu Ta'ala 'Anhu, dimana Beliau Umar Radhiallohu Ta'ala 'Anhu berkata : "Dahulu Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam apabila membentangkan kedua telapak tangan Beliau di saat berdoa, tidaklah Beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam menurunkan keduanya hingga mengusap dengan kedua telapak tangan tersebut wajah Beliau.".


Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi Rahimahulloh dan pula berkata Ibnu Hajar Rahimahulloh di dalam kitab Bulughul Marom : Hadits ini mempunyai penguat menurut apa yang ada pada Abi Dawud Rahimahulloh dan selainnya. 


Kumpulan dari beberapa jalur periwayatan ini memberikan konsekwensi bahwasanya hadits tersebut adalah hadits hasan.


إنما سمي حسنًا لغيره، لأنه لو نظر الى كل طريق بإنفراده لم يبلغ رتبة الحسن، فلما نظر الى مجموع طرقه قوي حتى بلغها.

Disebutkan dengan hadits hasan lighoirihi hanyalah karena hadits tersebut apabila dilihat dari setiap jalan jalan periwayatannya secara berkesendirian belumlah mencapai derajat hasan, akan tetapi tatkala dilihat dari sekumpulan jalan jalannya, menjadi kuat hadits tersebut hingga bisa mencapai derajat hasan.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


و الحسن لذاته hadits hasan lizatih

Tidak ada komentar:

 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٣ - و الحسن لذاته : ما رواه عدل خفيف الضبط بسند متصل و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.

Dan hasan lidzatihi (hasan dengan sendirinya) : adalah sebuah hadits


yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, hafalan yang kurang sempurna, dengan sanad bersambung dan selamat dari keganjilan dan penyakit dan cacat.


فليس بينه و بين الصحيح لذاته فرق سوى اشتراط تمام الضبط في الصحيح فالحسن دونه.

Maka tidaklah ada beda antara hasan lidzatihi dengan dan shohih lidzatihi, kecuali pada shohih lidzatihi terdapat sebuah syarat yakni kesempurnaan hafalan, yang hadits hasan tidak bisa menandinginya.


مثاله : قوله صلى الله عليه و سلم

Sebagaimana contoh sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


 : ((مفتاح الصلاة الطهور و تحريمها التكبير و تحليلها التسليم.)).

Sholat dibuka dengan bersuci, diawali dengan bertakbir dan diakhiri dengan salam. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dalam Kitab Thoharoh halaman 3, Abu Dawud dalam Kitab Thoharoh halaman 61, Ibnu Majah dalam Kitab Thoharoh Wa Sunanihaa halaman 275, Ahmad (1/123), Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohihul Jami' halaman 5885.


و من مظان الحسن : ما رواه أبو داود منفردًا به ، قاله ابن الصلاح.

Hadits hadits yang diperkirakan hadits hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang apabila dia berkesendirian meriwayatkannya, demikian Ibnu Sholah berkata memberikan keterangan. (Kitab Ulumil Hadits pada  Muqodimah halaman : 37).


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.



Sabtu, 04 September 2021

صحيح لغيرهhadits shohih lighoerih

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٢ - صحيح لغيره : الحسن لذاته إذا تعددت طرقه.

Yang kedua adalah hadits shohih lighoirihi (shohih dengan bantuan hadits yang lain) : yakni sebuah hadits hasan lidzatihi (hasan dengan sendirinya)  apabila berbilang jalan jalan periwayatannya.


Sebagaimana hadits Abdulloh Ibn 'Amr Ibn Ash Radhiallohu 'Anhuma bahwasanya Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam memerintahkan mempersiapkan pasukan, namun kekurangan unta, maka bersabda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


((ابتِعْ عَلَينَا إِبِلًا بِقَلَائِص مِنْ قَلَائِصِ الصَّدَقَة إِلَى مَحَلِهَا.))

Belilah untuk kita unta perang dengan unta unta yang masih muda dari unta unta muda shodaqoh. Maka dia mengambil dua dan tiga unta muda untuk satu unta perang.


Dan telah diriwayatkan hadits tersebut oleh Imam Ahmad  dari jalan Muhammad Ibn ishaq, dan diriwayatkan oleh Imam Albaihaqii dari jalan 'Amr Ibn Syu'aib.


Setiap dari dua jalan tersebut berkesendirian jalannya hingga mencapai dengan derajat hasan, apabila digabungkan keduanya, jadilah hadits tersebut shohih lighoirihi (shohih karena bantuan hadits yang lain).


Hanyalah dinamakan dengan hadits shohih lighoirihi, karena kalau dilihat setiap jalannya secara sendiri sendiri, tidaklah mencapai derajat shohih, akan tetapi tatkala dilihat dari total penggabungan keduanya, menjadi saling  menguatkan hingga sampai padanya derajat shohih.



Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 10 - 11.



تنقسم آحادpembagian hadits ahad

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


Setelah sebelumnya kita membahas hadits ahad dengan melihat dari sisi jalan jalan periwayatan, pada bagian ini yakni bagian (ج), insyaalloh kita akan bahas ringkas hadits ahad dengan melihat sisi derajat hadits, semoga ALLOH ta'ala mudahkan, amiin.


🌿ج - و تنقسم الآحاد باعتبار الرتبة إلى خمسة أقسام : صحيح لذاته، و لغيره، و حسن لذاته، و لغيره، و ضعيف.

Dan dibagi hadits ahad dengan memandang derajat hadits tersebut menjadi empat bagian : shohih lidzatihi, shohih lighoirihi, hasan lidzatihi, hasan lighoirihi, dan dho'if.


🍀١ - فالصحيح لذاته : ما رواه عدل تام الضبط بسند متصل و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.


Maka shohih lidzatihi (shohih dengan sendirinya) : yakni sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, hafalannya kuat, dengan sanad yang bersambung dan selamat dari keganjilan dan cacat yang tercela.

Sebagaimana sabda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((من يرد الله به خيرًا يفقهه في الدين.))

Barang siapa ALLOH kehendaki baginya kebaikan, maka ALLOH akan fahamkan dia terhadap urusan agama. HR Bukhorii, no 71 dalam Kitabul Ilmi, dan Muslim, no 1037 dalam Kitabuz Zakat.


Dan diketahui shohihnya sebuah hadits dengan tiga  perkara :


الأول : أن يكون في مصنف التزم فيه الصحة إذا كان ممن يعتمد قوله في التصحيح (كصحيح البخاري و مسلم).

Yang pertama : haruslah penyusun kitab hadits tersebut selalu mewajibkan bagi dirinya untuk menuliskan hadits shohih saja, dengan syarat pula, apabila orang tersebut bisa dijadikan pegangan atau dipercaya ucapannya dalam menshohihkan sebuah hadits (seperti shohih Bukhorii dan Muslim).


الثاني : أن ينص على صحته إمام يعتمد قوله في التصحيح و لم يكون معروفًا بالتساهل فيه.

Yang kedua : haruslah hadits tersebut dinilai shohih oleh seorang Imam yang bisa dipegang ucapannya dalam menshohihkan sebuah hadits, dan bukanlah dikenal sebagai orang yang bermudah mudahan dalam menshohihkan hadits.


الثلاث : أن ينظر في رواياته و طريقة تخريجهم له، فاذا تمت فيه شروط الصحة حكم بصحته.

Yang ketiga : haruslah dia meneliti di dalam periwayatan hadits tersebut dan metode mereka di dalam mengeluarkan hadits tersebut.


Apabila telah sempurna syarat syarat keshohihan sebuah hadits, maka hadits itupun dihukumi sebagaimana hadits shohih.


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 10.


Senin, 23 Agustus 2021

الآحد Hadits Ahad mustholah hadits

Tidak ada komentar:

 Bismillahirrohmanirrohim.

Setelah membahas ringkas hadits mutawatir, kini menginjak membahas hadits ahad.

🍁الثاني. : الآحاد :
Yang kedua adalah : Hadits Ahad.
أ - تعريفها.
ب - اقسامهاباعنبار الطرق مع التمثيل.
ج - اقسامها باعتبار الرتبة مع التمثيل.
ه - ما تفيده.

🌿أ - الآحاد : ما سوى المتواتر.
Al-Ahad adalah apa yang selain dari almutawatir.

🌿ب - تنقسم باعتبار الطرق إلى ثلاثة أقسام : مشهور و عزيز و غريب.
Dibagilah hadits ahad dengan melihat sisi jalan jalan yang dilalui menjadi tiga macam pembagian : masyhur, 'aziz, dan ghorib.

🍀١ - فالمشهور : ما رواه ثلاثة فاكثر، و لم يبلغ حد التواتر.
Maka almasyhur adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh tiga perowi atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir.

Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 

((المسلم مَنْ سَلِمَ المُسلِمُون مِنْ لِسَانِهِ و يَدِهِ.))
Seorang muslim adalah yang selamat kaum muslimin dari gangguan lisan dan tangannya. HR Bukhori, no 10,11 dalam Kitabul Iman, dan Muslim, no 42 dalam Kitabul Iman.

☘٢ - و العزيز : ما رواه اثنان فقط.
Dan al-'aziz adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perowi saja.

Contohnya adalah seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :

((لا يُؤمِنُ اَحَدُكُم حَتَّى أَكُونَ أَحَبُّ إِلَيهِ مِنْ وَلَدِهِ و وَالِدِهِ و النَاسِ أَجمَعِينَ.))
Tidak beriman (dengan kesempurnaan iman) salah seorang kalian hingga dijadikan diriku sebagai orang yang paling dia cintai daripada kecintaan kepada anaknya, kecintaan kepada orang tuanya dan kecintaan kepada manusia seluruhnya. HR Bukhori no 15 dalam Kitabul Iman, dan Muslim no 44 dalam Kitabul Iman.

☘٣ - و الغريب : ما رواه واحد فقط.
Dan alghorib adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perowi saja.

Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :

((اِنَّمَا الأعمَالُ بِالنِّيَاتِ و اِنَّمَا لِكُلِّ امرِئٍ مَا نَوَى...))
Segala amal tergantung niyatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan niyatnya.. HR Bukhori no 1 dalam Kitab Bada'il Wahyi, dan Muslim no 1907 dalam Kitab Al-Imaroh.

Karena hadits Umar Ibn Alkhothob tentang niyat tersebut tidak diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam kecuali melalui Shohabat Umar Radhiallohu 'Anhu, dan tidaklah diriwayatkan dari Umar Radhiallohu 'Anhu kecuali melalui Alqomah Ibn Waqosh, dan tidaklah melalui Alqomah kecuali melalui Muhammad Ibn Ibrohim At-Taymii, dan tidaklah melalui Muhammad kecuali melalui Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii, seluruh mereka adalah para Tabi'in Rahimahumulloh kemudian setelah itu baru diriwayatkan hadits tersebut dari Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii dengan redaksi yang berbilang.

Bersambung insyaalloh..

Wallohu'alam.

🌍 Baarakalloh fiikum.

📚 Sumber : 
Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 9 - 10


Pengertian Hadits ahad الآحد

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


Setelah membahas ringkas hadits mutawatir, kini menginjak membahas hadits ahad.


🍁الثاني. : الآحاد :

Yang kedua adalah : Hadits Ahad.

أ - تعريفها.ب

 - اقسامهاباعنبار الطرق مع التمثيل

ج - اقسامها باعتبار الرتبة مع التمثيل.

ه - ما تفيده.


🌿أ - الآحاد : ما سوى المتواتر.

Al-Ahad adalah apa yang selain dari almutawatir.


🌿ب - تنقسم باعتبار الطرق إلى ثلاثة أقسام : مشهور و عزيز و غريب.

Dibagilah hadits ahad dengan melihat sisi jalan jalan yang dilalui menjadi tiga macam pembagian : masyhur, 'aziz, dan ghorib.


🍀١ - فالمشهور : ما رواه ثلاثة فاكثر، و لم يبلغ حد التواتر.

Maka almasyhur adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh tiga perowi atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


((المسلم مَنْ سَلِمَ المُسلِمُون مِنْ لِسَانِهِ و يَدِهِ.))

Seorang muslim adalah yang selamat kaum muslimin dari gangguan lisan dan tangannya. HR Bukhori, no 10,11 dalam Kitabul Iman, dan Muslim, no 42 dalam Kitabul Iman.


☘٢ - و العزيز : ما رواه اثنان فقط.

Dan al-'aziz adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perowi saja.


Contohnya adalah seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((لا يُؤمِنُ اَحَدُكُم حَتَّى أَكُونَ أَحَبُّ إِلَيهِ مِنْ وَلَدِهِ و وَالِدِهِ و النَاسِ أَجمَعِينَ.))

Tidak beriman (dengan kesempurnaan iman) salah seorang kalian hingga dijadikan diriku sebagai orang yang paling dia cintai daripada kecintaan kepada anaknya, kecintaan kepada orang tuanya dan kecintaan kepada manusia seluruhnya. HR Bukhori no 15 dalam Kitabul Iman, dan Muslim no 44 dalam Kitabul Iman.


☘٣ - و الغريب : ما رواه واحد فقط.

Dan alghorib adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perowi saja.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((اِنَّمَا الأعمَالُ بِالنِّيَاتِ و اِنَّمَا لِكُلِّ امرِئٍ مَا نَوَى...))

Segala amal tergantung niyatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan niyatnya.. HR Bukhori no 1 dalam Kitab Bada'il Wahyi, dan Muslim no 1907 dalam Kitab Al-Imaroh.


Karena hadits Umar Ibn Alkhothob tentang niyat tersebut tidak diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam kecuali melalui Shohabat Umar Radhiallohu 'Anhu, dan tidaklah diriwayatkan dari Umar Radhiallohu 'Anhu kecuali melalui Alqomah Ibn Waqosh, dan tidaklah melalui Alqomah kecuali melalui Muhammad Ibn Ibrohim At-Taymii, dan tidaklah melalui Muhammad kecuali melalui Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii, seluruh mereka adalah para Tabi'in Rahimahumulloh kemudian setelah itu baru diriwayatkan hadits tersebut dari Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii dengan redaksi yang berbilang.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 9 - 10



أقسام الخبر باعتبار طرق نقله إلينا PEMBAGIAN KHOBAR DENGAN MELIHAT SISI JALAN JALAN PENUKILAN HINGGA SAMPAI KEPADA KITA

Tidak ada komentar:

 🌾أقسام الخبر باعتبار طرق نقله إلينا 



PEMBAGIAN KHOBAR DENGAN MELIHAT SISI JALAN JALAN PENUKILAN HINGGA SAMPAI KEPADA KITA

Bismillahirrohmanirrohim.


ينقسم الخبر باعتبار طرق نقله إلينا إلى قسمين : متوار و آحد.

Dibagilah sebuah khobar dengan melihat jalan jalan penukilan hingga sampai kepada kita menjadi dua : mutawatir dan ahad.


🍁الأول : المتواتر : 

أ - تعريفه.

ب - اقسامه مع التمثيل.

ج - ما يفيده.


🌿أ - المتواتر : ما رواو جماعة يستحيل في العادة أن يتواطؤوا على الكذب، و أسندوه الى شيء محسوس.

Almutawatir : adalah apa apa (hadits) yang diriwayatkan oleh jama'ah, hingga mustahil berbilangnya orang tersebut  bersekongkol di atas kedustaan, dan mereka menyandarkan hadits tersebut kepada sesuatu yang jelas.


🌿ب - و ينقسم المتواتر الى قسمين : متواتر لفظَا و معنًى، و متواتر معنًى فقط.

Dan almutawatir dibagi menjadi dua : mutawatir secara lafadz dan makna, serta mutawatir secara makna saja.


➖فالمتواتر لفظًا و معنًى : ما اتفق الرواة فيه على لفظه و معناه.

Maka almutawatir secara lafadz dan makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi pada hadits tersebut, atas lafadznya dan maknanya.


Sebagai contoh sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدهُ مِنْ النَّار.))ِ


“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di Neraka” (HR. Bukhari no. 1291 dalam Kitab Aljana'iz dan Muslim no. 3 dalam Almuqodimah).


Hadits tersebut di atas, diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam oleh lebih dari enam puluh Shahabat Radhiallohu 'Anhum, sebagian mereka termasuk sepuluh orang yang dipersaksikan sebagai penghuni surga, diriwayatkan hadits tersebut dari mereka para Shahabat dengan banyak redaksi.


➖والمتواتر معنى : ما اتفق فيه الرواة على معنًى كلي، و انفرد كل حديث بلفظه الخاص.

Dan almutawatir secara makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi atas makna hadits tersebut seluruhnya, dan berbeda setiap hadits dengan lafadznya masing masing secara khusus.



🌿ج - و المتواتر بقسميه يفيد :

Dan mutawatir dengan pembagiannya tersebut memberikan faedah :


أولًا : العلم : و هو القطع بصحة نسبته إلى من نقل عنه.

Yang pertama adalah ilmu : yakni keyaqinan atau kepastian atas benarnya penisbatan sebuah hadits kepada orang yang menukilkan hadits tersebut.


ثانيًا : العمل : بما دل عليه تصديقه إن كان خبرًا، و تطبيقه إن كان طلبًا.

Yang kedua adalah beramal : yakni beramal dengan apa yang telah ditunjukkan atasnya pembenarannya, apabila hadits tersebut merupakan sebuah khobar, dan mengemplementasikan atau  mempraktekkan apabila hadits tersebut adalah sebuah perintah atau permintaan.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 8 - 9.


Pelajaran mustholahul hadits

Tidak ada komentar:


 🌾أقسام الخبر باعتبار طرق نقله إلينا :


PEMBAGIAN KHOBAR DENGAN MELIHAT SISI JALAN JALAN PENUKILAN HINGGA SAMPAI KEPADA KITA :


Bismillahirrohmanirrohim.


ينقسم الخبر باعتبار طرق نقله إلينا إلى قسمين : متوار و آحد.

Dibagilah sebuah khobar dengan melihat jalan jalan penukilan hingga sampai kepada kita menjadi dua : mutawatir dan ahad.


🍁الأول : المتواتر : 

أ - تعريفه.

ب - اقسامه مع التمثيل.

ج - ما يفيده.


🌿أ - المتواتر : ما رواو جماعة يستحيل في العادة أن يتواطؤوا على الكذب، و أسندوه الى شيء محسوس.

Almutawatir : adalah apa apa (hadits) yang diriwayatkan oleh jama'ah, hingga mustahil berbilangnya orang tersebut  bersekongkol di atas kedustaan, dan mereka menyandarkan hadits tersebut kepada sesuatu yang jelas.


🌿ب - و ينقسم المتواتر الى قسمين : متواتر لفظَا و معنًى، و متواتر معنًى فقط.

Dan almutawatir dibagi menjadi dua : mutawatir secara lafadz dan makna, serta mutawatir secara makna saja.


➖فالمتواتر لفظًا و معنًى : ما اتفق الرواة فيه على لفظه و معناه.

Maka almutawatir secara lafadz dan makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi pada hadits tersebut, atas lafadznya dan maknanya.


Sebagai contoh sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدهُ مِنْ النَّار.))ِ


“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di Neraka” (HR. Bukhari no. 1291 dalam Kitab Aljana'iz dan Muslim no. 3 dalam Almuqodimah).


Hadits tersebut di atas, diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam oleh lebih dari enam puluh Shahabat Radhiallohu 'Anhum, sebagian mereka termasuk sepuluh orang yang dipersaksikan sebagai penghuni surga, diriwayatkan hadits tersebut dari mereka para Shahabat dengan banyak redaksi.


➖والمتواتر معنى : ما اتفق فيه الرواة على معنًى كلي، و انفرد كل حديث بلفظه الخاص.

Dan almutawatir secara makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi atas makna hadits tersebut seluruhnya, dan berbeda setiap hadits dengan lafadznya masing masing secara khusus.



🌿ج - و المتواتر بقسميه يفيد :

Dan mutawatir dengan pembagiannya tersebut memberikan faedah :


أولًا : العلم : و هو القطع بصحة نسبته إلى من نقل عنه.

Yang pertama adalah ilmu : yakni keyaqinan atau kepastian atas benarnya penisbatan sebuah hadits kepada orang yang menukilkan hadits tersebut.


ثانيًا : العمل : بما دل عليه تصديقه إن كان خبرًا، و تطبيقه إن كان طلبًا.

Yang kedua adalah beramal : yakni beramal dengan apa yang telah ditunjukkan atasnya pembenarannya, apabila hadits tersebut merupakan sebuah khobar, dan mengemplementasikan atau  mempraktekkan apabila hadits tersebut adalah sebuah perintah atau permintaan.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 8 - 9.



Pelajaran Mustholahul Hadits part 1

Tidak ada komentar:


 من كتاب (مصطلح الحديث)


SEKELUMIT TENTANG MUSTHOLAH HADITS


Bismillahirrohmanirrohim.


Alhamdulillah segala puji hanyalah milik ALLOH Shubhaanahu Wata'ala, baarakalloh fiikum. Semoga ALLOH ta'ala memudahkan segala urusan kita. Amiin.


Pertama ya Ikhwah, kita urai apa itu definisi dari mustholah alhadits.


🌾 مصطلح الحديث : 

أ - تعريفه.

ب - فائدته.


🌿 أ - مصطلح الحديث : علم يعرف به حال الراوي و المروي من حيث القبول و الرد.


Mustholahul hadits : adalah ilmu yang dengan ilmu tersebut diketahui keadaan perowi dan apa yang diriwayatkan dari sisi diterima dan ditolaknya sebuah hadits.


🌿 ب - فائدته : معرفة ما يقبل و يرد الراوي و المروي.


Faedah mempelajari ilmu mustholahul hadits : mengetahui apa yang diterima dan ditolak dari perowi dan pula apa yang diriwayatkan.


Baiklah Ikhwah, sering kita mendengar tentang : hadits, khobar, atsar, ataupun hadits qudsyi. 

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan hal tersebut?

Na'am Ikhwah, perhatikan berikut ini :


➖ الحديث : ما أضيف الى النبي صلى الله عليه و سلم من قول، أو فعل، أو تقرير، أو وصف.


Alhadits : adalah segala yang diidhofahkan atau disandarkan kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam, dari ucapan, perbuatan, persetujuan, dan sifat Beliau.


➖ الخبر : بمعنى الحديث، فيُعَرَّفُ بما سبق في تعريف الحديث.


Alkhobar : adalah bermakna sebagaimana makna alhadits, definisinya pula sebagaimana definisi alhadits.


و قيل : الخبر ما أضيف الى النبي صلى الله عليه و سلم و الى غيره، فيكون أعم من الحديث و أشمل.


Dan dikatakan pula : bahwasanya alkhobar adalah apa apa yang disandarkan kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dan pula disandarkan kepada selain Beliau. Maka alkhobar di sini lebih bersifat umum dan menyeluruh dibandingkan alhadits.


➖ الأثر : ما أضيف الى الصحابي او التابعي، و قد يراد به ما أضيف إلى النبي صلى الله عليه و سلم مقيدًا فيقال : و في الأثر عن النبي صلى الله عليه و سلم.


Al-atsar : adalah apa yang disandarkan kepada para shohabat atau tabi'in, dan terkadang yang dimaksudkan dengannya adalah apa yang disandarkan kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam secara keterikatannya.


Dan dikatakan pula : bahwasanya atsar adalah dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam.


➖ الحديث القدسي : ما رواه النبي صلى الله عليه و سلم عن ربه تعالى، و يسمى أيضا : الحديث الرباني و الحديث الإلهي.


Alhaditsul Qudsyi : adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dari Robnya Shubhaanahu Wata'ala.


Dinamakan alhaditsul qudsyi sebagai alhaditsul robbanii dan pula alhaditsul ilahi.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 7.


Ungulan

تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah

  Bismillahirrohmanirrohim . د - و تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah : أولً...

 
back to top