Minggu, 31 Oktober 2021

PENJELASAN TENTANG DEFINISI SHOHIH LIDZATIHI

Tidak ada komentar:

 PENJELASAN TENTANG DEFINISI SHOHIH LIDZATIHI



شرح تعريف الصحيح لذاته


Bismillahirrohmanirrohim.


Ikhwah Rahimakumulloh, telah lewat bahwasanya shohih lidzatihi adalah :

ما رواه عدل تام الضبط بسند منغصل، و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, sempurna kuat hafalannya, dengan sanad bersambung, selamat dari keganjilan dan cacat yang tercela.

فالعدالة : استقامة الدين و المروءة.

Yang dimaksudkan dengan adil adalah : istiqomah di dalam menjalankan syari'at agama Islam dan senantiasa menjaga muru'ah dirinya.

فاستقامة الدين : أداء الواجبات و اجتناب ما يوجب الفسق من المحرمات

Istiqomah menjalankan agama adalah : menunaikan kewajiban kewajiban yang disyari'atkan, menjauhi segala yang diwajibkan untuk dijauhi dari perkara kefasikan dan keharoman.


و استقامة المروءة : أن يفعل ما يحمد الناس عليه من الآداب و الأخلاق، و يترك ما يذمه الناس عليه

Istiqomah dalam muru'ah : senantiasa dia mengerjakan perkara yang manusia memuji perbuatan tersebut dari perkara adab dan akhlaq, serta meninggalkan perkara yang manusia mencelanya.


Dari hal ini, kita akan mengetahui keadilan seorang perowi, dengan telah tersebarnya dan masyhur berita tentang keadilan perowi tersebut, seperti para Imam Besar yang diantaranya : Imam  Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhorii, dan yang selain mereka Rahimahumulloh Jami'an.

و تمام الضبط : أن يؤدي ما تحمّله من مسموع، أو مرئي على الوجه الذي تحمله من غير زيادة و لا نقص، و لكن لا يضر خطأ يسير لأن لا يسلم أحد.

Kuat hafalannya : yang dimaksud adalah dia bisa menyampaikan hadits yang ada padanya, yang dia dapatkan dari pendengaran, atau apa yang dia saksikan dalam bentuk sebagaimana dia dapatkan tanpa adanya penambahan dan pengurangan.


Akan tetapi, tidaklah menjadi masalah apabila terdapat kesalahan kecil yang ringan, karena manusia tidaklah bisa terlepas dari kesalahan tersebut.


Diketahui kuatnya hafalan seorang perowi dari keselarasannya dengan perowi lain yang tsiqoh terpercaya, kuat hafalannya, walaupun mencocoki hanya garis besar secara umumnya saja.

Yang kedua adalah dengan nash tazkiyah terhadap dirinya dari Imam Imam yang bisa dijadikan tolak ukur ucapannya dalam perkara ini.


Bersambung insyaalloh.. tentang bersambungnya sanad.

Sabtu, 30 Oktober 2021

الآحد Hadits Ahad

Tidak ada komentar:



 Bismillahirrohmanirrohim.


Setelah membahas ringkas hadits mutawatir, kini menginjak membahas hadits ahad.


🍁الثاني. : الآحاد :

Yang kedua adalah : Hadits Ahad.

أ - تعريفها.

ب - اقسامهاباعنبار الطرق مع التمثيل.

ج - اقسامها باعتبار الرتبة مع التمثيل.

ه - ما تفيده.


🌿أ - الآحاد : ما سوى المتواتر.

Al-Ahad adalah apa yang selain dari almutawatir.


🌿ب - تنقسم باعتبار الطرق إلى ثلاثة أقسام : مشهور و عزيز و غريب.

Dibagilah hadits ahad dengan melihat sisi jalan jalan yang dilalui menjadi tiga macam pembagian : masyhur, 'aziz, dan ghorib.


🍀١ - فالمشهور : ما رواه ثلاثة فاكثر، و لم يبلغ حد التواتر.

Maka almasyhur adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh tiga perowi atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


((المسلم مَنْ سَلِمَ المُسلِمُون مِنْ لِسَانِهِ و يَدِهِ.))

Seorang muslim adalah yang selamat kaum muslimin dari gangguan lisan dan tangannya. HR Bukhori, no 10,11 dalam Kitabul Iman, dan Muslim, no 42 dalam Kitabul Iman.


☘٢ - و العزيز : ما رواه اثنان فقط.

Dan al-'aziz adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perowi saja.


Contohnya adalah seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((لا يُؤمِنُ اَحَدُكُم حَتَّى أَكُونَ أَحَبُّ إِلَيهِ مِنْ وَلَدِهِ و وَالِدِهِ و النَاسِ أَجمَعِينَ.))

Tidak beriman (dengan kesempurnaan iman) salah seorang kalian hingga dijadikan diriku sebagai orang yang paling dia cintai daripada kecintaan kepada anaknya, kecintaan kepada orang tuanya dan kecintaan kepada manusia seluruhnya. HR Bukhori no 15 dalam Kitabul Iman, dan Muslim no 44 dalam Kitabul Iman.


☘٣ - و الغريب : ما رواه واحد فقط.

Dan alghorib adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perowi saja.


Seperti sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((اِنَّمَا الأعمَالُ بِالنِّيَاتِ و اِنَّمَا لِكُلِّ امرِئٍ مَا نَوَى...))

Segala amal tergantung niyatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan niyatnya.. HR Bukhori no 1 dalam Kitab Bada'il Wahyi, dan Muslim no 1907 dalam Kitab Al-Imaroh.


Karena hadits Umar Ibn Alkhothob tentang niyat tersebut tidak diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam kecuali melalui Shohabat Umar Radhiallohu 'Anhu, dan tidaklah diriwayatkan dari Umar Radhiallohu 'Anhu kecuali melalui Alqomah Ibn Waqosh, dan tidaklah melalui Alqomah kecuali melalui Muhammad Ibn Ibrohim At-Taymii, dan tidaklah melalui Muhammad kecuali melalui Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii, seluruh mereka adalah para Tabi'in Rahimahumulloh kemudian setelah itu baru diriwayatkan hadits tersebut dari Yahya Ibn Sa'id Al-Anshorii dengan redaksi yang berbilang.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 9 - 10



Ungulan

تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah

  Bismillahirrohmanirrohim . د - و تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah : أولً...

 
back to top