🌾أقسام الخبر باعتبار طرق نقله إلينا :
PEMBAGIAN KHOBAR DENGAN MELIHAT SISI JALAN JALAN PENUKILAN HINGGA SAMPAI KEPADA KITA :
Bismillahirrohmanirrohim.
ينقسم الخبر باعتبار طرق نقله إلينا إلى قسمين : متوار و آحد.
Dibagilah sebuah khobar dengan melihat jalan jalan penukilan hingga sampai kepada kita menjadi dua : mutawatir dan ahad.
🍁الأول : المتواتر :
أ - تعريفه.
ب - اقسامه مع التمثيل.
ج - ما يفيده.
🌿أ - المتواتر : ما رواو جماعة يستحيل في العادة أن يتواطؤوا على الكذب، و أسندوه الى شيء محسوس.
Almutawatir : adalah apa apa (hadits) yang diriwayatkan oleh jama'ah, hingga mustahil berbilangnya orang tersebut bersekongkol di atas kedustaan, dan mereka menyandarkan hadits tersebut kepada sesuatu yang jelas.
🌿ب - و ينقسم المتواتر الى قسمين : متواتر لفظَا و معنًى، و متواتر معنًى فقط.
Dan almutawatir dibagi menjadi dua : mutawatir secara lafadz dan makna, serta mutawatir secara makna saja.
➖فالمتواتر لفظًا و معنًى : ما اتفق الرواة فيه على لفظه و معناه.
Maka almutawatir secara lafadz dan makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi pada hadits tersebut, atas lafadznya dan maknanya.
Sebagai contoh sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam :
((مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدهُ مِنْ النَّار.))ِ
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di Neraka” (HR. Bukhari no. 1291 dalam Kitab Aljana'iz dan Muslim no. 3 dalam Almuqodimah).
Hadits tersebut di atas, diriwayatkan dari Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam oleh lebih dari enam puluh Shahabat Radhiallohu 'Anhum, sebagian mereka termasuk sepuluh orang yang dipersaksikan sebagai penghuni surga, diriwayatkan hadits tersebut dari mereka para Shahabat dengan banyak redaksi.
➖والمتواتر معنى : ما اتفق فيه الرواة على معنًى كلي، و انفرد كل حديث بلفظه الخاص.
Dan almutawatir secara makna : adalah apa yang telah disepakati oleh para perowi atas makna hadits tersebut seluruhnya, dan berbeda setiap hadits dengan lafadznya masing masing secara khusus.
🌿ج - و المتواتر بقسميه يفيد :
Dan mutawatir dengan pembagiannya tersebut memberikan faedah :
أولًا : العلم : و هو القطع بصحة نسبته إلى من نقل عنه.
Yang pertama adalah ilmu : yakni keyaqinan atau kepastian atas benarnya penisbatan sebuah hadits kepada orang yang menukilkan hadits tersebut.
ثانيًا : العمل : بما دل عليه تصديقه إن كان خبرًا، و تطبيقه إن كان طلبًا.
Yang kedua adalah beramal : yakni beramal dengan apa yang telah ditunjukkan atasnya pembenarannya, apabila hadits tersebut merupakan sebuah khobar, dan mengemplementasikan atau mempraktekkan apabila hadits tersebut adalah sebuah perintah atau permintaan.
Bersambung insyaalloh..
Wallohu'alam.
🌍 Baarakalloh fiikum.
📚 Sumber :
Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 8 - 9.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar