Minggu, 12 September 2021

الضعيف mustolahul hadits

Tidak ada komentar:

 Bismillahirrohmanirrohim.

 و الضعيف : ما خلا عن شروط الصحيح و الحسن 

Yang kelima adalah d


ho'if : adalah sebuah hadits yang terlepas kosong padanya syarat syarat sebuah hadits shohih ataupun hasan.


مثاله : حديث : ((احتَرِسُوا مِنَ النَاسِ بِسُوء الظَنِّ.))

Seperti contoh sebuah hadits : "Berhati hatilah kalian dari gangguan manusia dengan berburuk sangka."


💡و من مظان الضعيف : ما انفرد به العقيلي، أو ابن عدي، أو الخطيب البغدادي، أو ابن عساكر في ((تاريخه))، أو الديلمي في (مسند الفردوس)، أو الترمذي الحكيم في (نوادر الأصول) -و هو غير صاحب السنن- أو الحكيم و ابن الجارود في (تاريخهما).

Dan yang diprasangkai sebagai hadits dho'if : adalah hadits yang diriwayatkan secara berkesendirian oleh Al-Uqailii ataupun oleh Ibnu 'Adii, ataupun oleh Al-Khothib Al-Baghdadii, ataupun oleh 'Asaakir di dalam Tarikhnya, ataupun oleh Ad-Daylamii di dalam kitab Musnad Al-Firdaus, ataupun oleh At-Tirmidzii Al-Hakim di dalam kitab Nawadirul Ushul, kemudian Ikhwah Rahimakumulloh Jami'an, yang dimaksud dengan At-Tirmidzii Al-Hakim di sini bukanlah penulis As-Sunan, atau pula bukanlah Al-Hakim di sini yang dimaksud adalah Al-Hakim dan Ibnu Jarud pada kitab Tarikh milik keduanya.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


الحسن لغيره mustolahul hadits hasan lighoirih

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٤ و الحسن لغيره : الضعيف إذا تعددت طرقه على وجه يخبر بعضها بعضًا،بحيث لا يكون فيها كذاب، ولا متهم بالكذب.

Yang keempat Ikhwah Rahimakumulloh Jami'an, adalah hasan lighoirihi (hasan karena bantuan hadits yang lain), yakni : sebuah hadits dho'if apabila berbilang jalan jalan periwayatan atas sisi mereka saling mengkhabarkan kepada yang lain, di mana tidaklah ada pada mereka seorang pendusta atau diprasangkakan kepadanya bahwa dia seorang pendusta.


مثاله :حديث عمر بن الخطاب رضي تعالى الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه و سلم : اذا مد يديه في الدعاء لم يردهما حتى يمسح بهما وجهه. و أخرجه الترمذي، قال في ((بلوغ المرام)): و له شواهد عند أبي داود و غيره، مجموعها يقضي بأنه حديث حسن.

Sebagai contoh adalah hadits Umar Ibn Alkhothob Radhiallohu Ta'ala 'Anhu, dimana Beliau Umar Radhiallohu Ta'ala 'Anhu berkata : "Dahulu Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam apabila membentangkan kedua telapak tangan Beliau di saat berdoa, tidaklah Beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam menurunkan keduanya hingga mengusap dengan kedua telapak tangan tersebut wajah Beliau.".


Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi Rahimahulloh dan pula berkata Ibnu Hajar Rahimahulloh di dalam kitab Bulughul Marom : Hadits ini mempunyai penguat menurut apa yang ada pada Abi Dawud Rahimahulloh dan selainnya. 


Kumpulan dari beberapa jalur periwayatan ini memberikan konsekwensi bahwasanya hadits tersebut adalah hadits hasan.


إنما سمي حسنًا لغيره، لأنه لو نظر الى كل طريق بإنفراده لم يبلغ رتبة الحسن، فلما نظر الى مجموع طرقه قوي حتى بلغها.

Disebutkan dengan hadits hasan lighoirihi hanyalah karena hadits tersebut apabila dilihat dari setiap jalan jalan periwayatannya secara berkesendirian belumlah mencapai derajat hasan, akan tetapi tatkala dilihat dari sekumpulan jalan jalannya, menjadi kuat hadits tersebut hingga bisa mencapai derajat hasan.


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


و الحسن لذاته hadits hasan lizatih

Tidak ada komentar:

 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٣ - و الحسن لذاته : ما رواه عدل خفيف الضبط بسند متصل و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.

Dan hasan lidzatihi (hasan dengan sendirinya) : adalah sebuah hadits


yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, hafalan yang kurang sempurna, dengan sanad bersambung dan selamat dari keganjilan dan penyakit dan cacat.


فليس بينه و بين الصحيح لذاته فرق سوى اشتراط تمام الضبط في الصحيح فالحسن دونه.

Maka tidaklah ada beda antara hasan lidzatihi dengan dan shohih lidzatihi, kecuali pada shohih lidzatihi terdapat sebuah syarat yakni kesempurnaan hafalan, yang hadits hasan tidak bisa menandinginya.


مثاله : قوله صلى الله عليه و سلم

Sebagaimana contoh sabda Rasulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


 : ((مفتاح الصلاة الطهور و تحريمها التكبير و تحليلها التسليم.)).

Sholat dibuka dengan bersuci, diawali dengan bertakbir dan diakhiri dengan salam. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dalam Kitab Thoharoh halaman 3, Abu Dawud dalam Kitab Thoharoh halaman 61, Ibnu Majah dalam Kitab Thoharoh Wa Sunanihaa halaman 275, Ahmad (1/123), Dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohihul Jami' halaman 5885.


و من مظان الحسن : ما رواه أبو داود منفردًا به ، قاله ابن الصلاح.

Hadits hadits yang diperkirakan hadits hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang apabila dia berkesendirian meriwayatkannya, demikian Ibnu Sholah berkata memberikan keterangan. (Kitab Ulumil Hadits pada  Muqodimah halaman : 37).


Bersambung insyaalloh..


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.



Sabtu, 04 September 2021

صحيح لغيرهhadits shohih lighoerih

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


🍀٢ - صحيح لغيره : الحسن لذاته إذا تعددت طرقه.

Yang kedua adalah hadits shohih lighoirihi (shohih dengan bantuan hadits yang lain) : yakni sebuah hadits hasan lidzatihi (hasan dengan sendirinya)  apabila berbilang jalan jalan periwayatannya.


Sebagaimana hadits Abdulloh Ibn 'Amr Ibn Ash Radhiallohu 'Anhuma bahwasanya Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam memerintahkan mempersiapkan pasukan, namun kekurangan unta, maka bersabda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam : 


((ابتِعْ عَلَينَا إِبِلًا بِقَلَائِص مِنْ قَلَائِصِ الصَّدَقَة إِلَى مَحَلِهَا.))

Belilah untuk kita unta perang dengan unta unta yang masih muda dari unta unta muda shodaqoh. Maka dia mengambil dua dan tiga unta muda untuk satu unta perang.


Dan telah diriwayatkan hadits tersebut oleh Imam Ahmad  dari jalan Muhammad Ibn ishaq, dan diriwayatkan oleh Imam Albaihaqii dari jalan 'Amr Ibn Syu'aib.


Setiap dari dua jalan tersebut berkesendirian jalannya hingga mencapai dengan derajat hasan, apabila digabungkan keduanya, jadilah hadits tersebut shohih lighoirihi (shohih karena bantuan hadits yang lain).


Hanyalah dinamakan dengan hadits shohih lighoirihi, karena kalau dilihat setiap jalannya secara sendiri sendiri, tidaklah mencapai derajat shohih, akan tetapi tatkala dilihat dari total penggabungan keduanya, menjadi saling  menguatkan hingga sampai padanya derajat shohih.



Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 10 - 11.



تنقسم آحادpembagian hadits ahad

Tidak ada komentar:


 Bismillahirrohmanirrohim.


Setelah sebelumnya kita membahas hadits ahad dengan melihat dari sisi jalan jalan periwayatan, pada bagian ini yakni bagian (ج), insyaalloh kita akan bahas ringkas hadits ahad dengan melihat sisi derajat hadits, semoga ALLOH ta'ala mudahkan, amiin.


🌿ج - و تنقسم الآحاد باعتبار الرتبة إلى خمسة أقسام : صحيح لذاته، و لغيره، و حسن لذاته، و لغيره، و ضعيف.

Dan dibagi hadits ahad dengan memandang derajat hadits tersebut menjadi empat bagian : shohih lidzatihi, shohih lighoirihi, hasan lidzatihi, hasan lighoirihi, dan dho'if.


🍀١ - فالصحيح لذاته : ما رواه عدل تام الضبط بسند متصل و سلم من الشذوذ و العلة القادحة.


Maka shohih lidzatihi (shohih dengan sendirinya) : yakni sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, hafalannya kuat, dengan sanad yang bersambung dan selamat dari keganjilan dan cacat yang tercela.

Sebagaimana sabda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam :


((من يرد الله به خيرًا يفقهه في الدين.))

Barang siapa ALLOH kehendaki baginya kebaikan, maka ALLOH akan fahamkan dia terhadap urusan agama. HR Bukhorii, no 71 dalam Kitabul Ilmi, dan Muslim, no 1037 dalam Kitabuz Zakat.


Dan diketahui shohihnya sebuah hadits dengan tiga  perkara :


الأول : أن يكون في مصنف التزم فيه الصحة إذا كان ممن يعتمد قوله في التصحيح (كصحيح البخاري و مسلم).

Yang pertama : haruslah penyusun kitab hadits tersebut selalu mewajibkan bagi dirinya untuk menuliskan hadits shohih saja, dengan syarat pula, apabila orang tersebut bisa dijadikan pegangan atau dipercaya ucapannya dalam menshohihkan sebuah hadits (seperti shohih Bukhorii dan Muslim).


الثاني : أن ينص على صحته إمام يعتمد قوله في التصحيح و لم يكون معروفًا بالتساهل فيه.

Yang kedua : haruslah hadits tersebut dinilai shohih oleh seorang Imam yang bisa dipegang ucapannya dalam menshohihkan sebuah hadits, dan bukanlah dikenal sebagai orang yang bermudah mudahan dalam menshohihkan hadits.


الثلاث : أن ينظر في رواياته و طريقة تخريجهم له، فاذا تمت فيه شروط الصحة حكم بصحته.

Yang ketiga : haruslah dia meneliti di dalam periwayatan hadits tersebut dan metode mereka di dalam mengeluarkan hadits tersebut.


Apabila telah sempurna syarat syarat keshohihan sebuah hadits, maka hadits itupun dihukumi sebagaimana hadits shohih.


Wallohu'alam.


🌍 Baarakalloh fiikum.


📚 Sumber : 

Kitab Mustholahul Hadits karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad Ibn Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh, halaman : 10.


Ungulan

تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah

  Bismillahirrohmanirrohim . د - و تفيد الأخبار الاحاد سوى الضعيف. Dan khobar khobar yang ahad (selain dho'if) memberikan faedah : أولً...

 
back to top